Jumat, 28 Desember 2012

PT IKI

1. PT Industri Kapal Indonesia (IKI)


BUMN mayat yang diberi napas oleh Dahlan
                       ( Aktivitas Kapal Feri )

Dalam tulisannya, Dahlan mengaku telah memberikan kehidupan kembali pada perusahaan pelat merah yang berada di Palu, Sulawesi Tengah ini.
PT IKI, sempat tidak bisa membayar karyawan, kini sudah bisa bernapas lega. Bahkan berencana menambah karyawan karena tingginya permintaan perbaikan kapal. Bukan dengan cara disuntik modal negara.
Dahlan menyebutkan, modal, memang sering seperti misteri. Ada perusahaan yang benar-benar perlu modal. Tapi banyak juga modal yang dimaksud hanyalah berupa dukungan kepercayaan.
Dia bercerita betapa gigih direksi PT IKI yang dulu memperjuangkan modal baru itu. Bahkan, kesan saya, kesibukan direksinya justru lebih banyak untuk mengurus penambahan modal itu daripada untuk bekerja di lapangan. 
Dahlan mengaku dimarahi karyawan karena tidak meneruskan permintaan tambahan modal ke pemerintah dan DPR. Dia akhirnya menunjuk direksi baru yang sanggup menghidupkan PT IKI tanpa sikap yang cengeng.
"Saya punya prinsip direksi sebuah perusahaan tidak boleh cengeng. Modal besar sekali pun, di tangan sebuah direksi yang cengeng, akan habis begitu saja," tulisnya.

 Reporter : Idris Rusadi Putra ( Kamis, 27/12/2012 06:30 )

2. PT Kertas Leces


BUMN mayat yang diberi napas oleh Dahlan
                        ( Pabrik Kertas Keces )

Dahlan sempat menyebut perusahaan ini telah lebih dari dua tahun mati suri. Selain itu, nasib karyawannya tidak menentu. Namun saat ini, Dahlan percaya perusahaan tersebut akan kembali bisa hidup walaupun tanpa disuntik dana pemerintah.
Bahkan, Dahlan melarang pemerintah untuk memberikan dana PMN sebesar Rp 200 miliar kepada perusahaan yang berada di Selatan Probolinggo tersebut.
"Saya ingin lihat dulu apakah benar persoalan pokoknya pada modal. Apakah bukan pada manajemen. Ini harus saya pelajari dulu, agar negara tidak mudah begitu saja menggerojokkan dana ratusan miliar," ungkapnya.
Dari penilaian Dahlan, gerojokan uang ratusan miliar di tahun-tahun yang lalu juga tidak berhasil menghidupkan Leces. Uang itu habis lagi dan habis lagi. Dan kecenderungannya akan minta lagi dan minta lagi.
"Untuk Leces saya melihat persoalan pokok di manajemen. Itu bisa saya rasakan ketika saya bermalam di komplek pabrik kertas Leces di malam Idul Adha lalu. Saya melihat manajemen sudah betul membangun boiler baru dengan bahan bakar batubara. Itu akan membuat biaya energi Leces jauh lebih murah. Saya salut dengan pemikiran dan langkah itu," tambahnya.
Dahlan menunjuk Budi Kusmarwoto yang berpengalaman sebagai direktur anak perusahaan PLN yakni PT PLN Engeneering. Di bawah kepemimpinan Budi, Kertas Leces telah hidup kembali karena sosok Budi yang berhasil mengurai persoalan manajemen di Kertas Leces.
"Kini Leces hidup lagi tanpa mendapat modal baru satu rupiah pun. Kalau kelak Leces berhasil maju kembali, seluruh karyawannya tentu akan sangat bangga: bisa maju tanpa modal," katanya.

Reporter : Idris Rusadi Putra ( Kamis 27/12/2013 06:30 )

141 BUMN INDONESIA

 

BUMN mayat yang diberi napas oleh Dahlan


BUMN mayat yang diberi napas oleh Dahlan
                   ( Dahlan Iskan di BK DPR. ©2012 Merdeka.com )

    

Selama tahun 2012, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebutkan telah menghidupkan setidaknya 4 BUMN yang selalu merugi dan meminta suntikan dana pemerintah atau BUMN mayat.
Dahlan menjelaskan, tujuan adanya perusahaan pelat merah adalah untuk ketahanan nasional, engine of growth atau mesin penggerak pertumbuhan dan BUMN harus bisa dijagokan untuk bersaing di luar negeri.
Walaupun demikian, dari 141 BUMN tidak semuanya yang mempunyai tujuan tersebut. Ada juga perusahaan yang selalu merugi dan meminta dana dari pemerintah setiap tahunnya. Bahkan ada BUMN yang tidak bisa menggaji karyawannya sama sekali. Dahlan menyebut ada sekitar 31 BUMN mayat saat ini.
Dalam kurun waktu satu tahun, Dahlan menyebut telah menghidupkan kembali BUMN mayat tersebut. Belum sampai untung, tapi BUMN tersebut sudah diberi napas untuk bergerak. "BUMN itu harusnya mempunyai alasan untuk hidup, yaitu tiga hal tadi yang saya sebut," ungkap Dahlan di Rakor BUMN di Yogyakarta, medio November lalu.
Dia menegaskan perusahaan pelat merah yang sudah tinggal mayat tersebut tidak harus dikuburkan semua. Ada beberapa perusahaan yang bisa diperbaiki secara manajemen. "Bisa dimasukkan ICU, seperti pabrik kertas Leces. Dan memang terlalu banyak mayat, dan yang lain memang harus segera dikuburkan," katanya.
Lantas BUMN mana saja yang dikasih napas?

Reporter : Idris Rusadi Putra ( Kamis, 27/12/2013 06:30 )