1. PT Industri Kapal Indonesia (IKI)
Dalam tulisannya, Dahlan mengaku telah memberikan kehidupan
kembali pada perusahaan pelat merah yang berada di Palu, Sulawesi Tengah
ini.
PT IKI, sempat tidak bisa membayar karyawan, kini sudah bisa bernapas
lega. Bahkan berencana menambah karyawan karena tingginya permintaan
perbaikan kapal. Bukan dengan cara disuntik modal negara.
Dahlan menyebutkan, modal, memang sering seperti misteri. Ada
perusahaan yang benar-benar perlu modal. Tapi banyak juga modal yang
dimaksud hanyalah berupa dukungan kepercayaan.
Dia bercerita betapa gigih direksi PT IKI yang dulu memperjuangkan
modal baru itu. Bahkan, kesan saya, kesibukan direksinya justru lebih
banyak untuk mengurus penambahan modal itu daripada untuk bekerja di
lapangan.Â
Dahlan mengaku dimarahi karyawan karena tidak meneruskan permintaan
tambahan modal ke pemerintah dan DPR. Dia akhirnya menunjuk direksi baru
yang sanggup menghidupkan PT IKI tanpa sikap yang cengeng.
"Saya punya prinsip direksi sebuah perusahaan tidak boleh cengeng.
Modal besar sekali pun, di tangan sebuah direksi yang cengeng, akan
habis begitu saja," tulisnya.
2. PT Kertas Leces
( Pabrik Kertas Keces )
Dahlan sempat menyebut perusahaan ini telah lebih dari dua
tahun mati suri. Selain itu, nasib karyawannya tidak menentu. Namun saat
ini, Dahlan percaya perusahaan tersebut akan kembali bisa hidup
walaupun tanpa disuntik dana pemerintah.
Bahkan, Dahlan melarang pemerintah untuk memberikan dana PMN sebesar
Rp 200 miliar kepada perusahaan yang berada di Selatan Probolinggo
tersebut.
"Saya ingin lihat dulu apakah benar persoalan pokoknya pada modal.
Apakah bukan pada manajemen. Ini harus saya pelajari dulu, agar negara
tidak mudah begitu saja menggerojokkan dana ratusan miliar," ungkapnya.
Dari penilaian Dahlan, gerojokan uang ratusan miliar di tahun-tahun
yang lalu juga tidak berhasil menghidupkan Leces. Uang itu habis lagi
dan habis lagi. Dan kecenderungannya akan minta lagi dan minta lagi.
"Untuk Leces saya melihat persoalan pokok di manajemen. Itu bisa saya
rasakan ketika saya bermalam di komplek pabrik kertas Leces di malam
Idul Adha lalu. Saya melihat manajemen sudah betul membangun boiler baru
dengan bahan bakar batubara. Itu akan membuat biaya energi Leces jauh
lebih murah. Saya salut dengan pemikiran dan langkah itu," tambahnya.
Dahlan menunjuk Budi Kusmarwoto yang berpengalaman sebagai direktur
anak perusahaan PLN yakni PT PLN Engeneering. Di bawah kepemimpinan
Budi, Kertas Leces telah hidup kembali karena sosok Budi yang berhasil
mengurai persoalan manajemen di Kertas Leces.
"Kini Leces hidup lagi tanpa mendapat modal baru satu rupiah pun.
Kalau kelak Leces berhasil maju kembali, seluruh karyawannya tentu akan
sangat bangga: bisa maju tanpa modal," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar